Bawa Pisang hingga Singkong, Peserta Friendship Run Boyolali Tampil Unik di Penutupan HUT ke-81 Jateng
![]() |
| Peserta Borobudur Friendship Run 5K tampil dengan kostum unik dalam penutupan HUT ke-81 Jawa Tengah di Boyolali. (Dok. Ist) |
PEWARTA JATENG — Pisang, daun singkong, singkong, telur hingga ubi-ubian ikut dibawa seorang peserta saat mengikuti Borobudur Friendship Run 5K di Boyolali, Minggu (30/8/2026). Penampilan tak biasa itu menjadi salah satu bagian dari semarak penutupan rangkaian HUT ke-81 Jawa Tengah.
Peserta tersebut adalah Zida Haskaria, warga Boyolali bagian utara yang tampil mengenakan kostum petani. Ia sengaja membawa hasil kebun sebagai gambaran kehidupan masyarakat di wilayahnya yang banyak bekerja sebagai petani.
“Saya dari Boyolali bagian utara yang rata-rata mayoritas adalah petani. Jadi ini hasil kebunnya saya bawa,” kata Zida.
Meski membawa berbagai hasil bumi, Zida tetap menyelesaikan rute lari sepanjang 5 kilometer dalam waktu sekitar 45 menit. Ia mengaku menikmati jalur dan suasana kegiatan tersebut.
“Untuk event-nya ini seru, rutenya juga asyik. Lima kilo itu terasa bahagia, enggak begitu capek karena enggak ada tanjakan cintanya,” ujar Zida.
Ribuan warga ramaikan Boyolali
Borobudur Friendship Run 5K menjadi salah satu agenda utama dalam penutupan HUT ke-81 Jawa Tengah yang dipusatkan di Alun-alun Kidul Boyolali. Sekitar 1.000 peserta mengikuti lomba lari sejauh 5 kilometer sebagai bagian dari rangkaian menuju Bank Jateng Borobudur Marathon yang dijadwalkan berlangsung 15 November 2026.
Kegiatan penutupan sendiri dihadiri ribuan warga. Selain mengikuti lari, masyarakat dapat menikmati senam bersama, pemeriksaan kesehatan gratis, pameran UMKM, Gerakan Pangan Murah, serta kuliner gratis.
Panitia menyediakan sekitar 4.500 porsi Soto Boyolali dan sego tumpang untuk warga yang datang. Berbagai kegiatan tersebut membuat kawasan Alun-alun Kidul dipadati masyarakat sejak rangkaian acara berlangsung.
Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Tengah Sumarno mengatakan rangkaian HUT ke-81 Jateng membawa semangat “Jawa Tengah Wolung Pulo Siji, Gumregut Nyawiji”. Menurutnya, pesan tersebut diwujudkan melalui kerja bersama antara pemerintah, masyarakat, dan berbagai pihak.
“Ini adalah bentuk dari apa yang selalu disampaikan Pak Gubernur Ahmad Luthfi, bahwa kita tidak bisa bekerja sendiri, kita bukan Superman, tapi kita harusnya super tim,” kata Sumarno seusai mengikuti Friendship Run.
Menurut Sumarno, olahraga juga menjadi sarana untuk mendorong masyarakat menerapkan pola hidup sehat. Event olahraga dinilai dapat membangun energi positif, sportivitas, integritas, sekaligus membuka kesempatan untuk mengenalkan potensi daerah.
Kuliner dan UMKM ikut mendapat panggung
Semarak perayaan di Boyolali juga dimanfaatkan untuk mengangkat potensi kuliner lokal. Sumarno menyebut penyediaan Soto Boyolali dan sego tumpang menjadi bagian dari upaya memperkenalkan kuliner daerah kepada masyarakat.
Boyolali, menurut Sumarno, memiliki beragam potensi lain yang dapat dikembangkan, mulai dari produk susu hingga wisata alam di kawasan lereng Merapi-Merbabu. Ia juga menyebut olahraga berbasis alam seperti trail run dapat memperkuat pengembangan sport tourism di Jawa Tengah.
Dari sektor UMKM, Bank Jateng menghadirkan 10 pelaku usaha yang telah melalui proses seleksi dan kurasi. Mereka memperoleh booth secara gratis sehingga bisa memasarkan produk langsung kepada masyarakat yang hadir.
Direktur Bisnis Dana, Jasa, dan UMKM Bank Jateng Anna Kusumarita mengatakan kegiatan semacam ini dapat menciptakan perputaran ekonomi secara langsung. Event tersebut sekaligus menjadi ruang edukasi transaksi digital bagi masyarakat dan pelaku usaha.
Penutupan HUT ke-81 Jawa Tengah di Boyolali akhirnya mempertemukan olahraga, kuliner, UMKM, layanan publik, dan hiburan dalam satu rangkaian kegiatan. Di tengah keramaian itu, aksi peserta seperti Zida yang membawa hasil kebun memberi warna tersendiri pada gelaran Borobudur Friendship Run 5K.

