Kwarnas Apresiasi Pramuka Jateng, Jadi Pengguna Terbanyak Aplikasi Ayo Pramuka di Jamnas 2026
![]() |
| Kontingen Pramuka Jawa Tengah mendapat apresiasi Kwarnas atas keaktifan mendukung inovasi kepramukaan dalam Jamnas Ke-12 2026. (Dok. Ist) |
PEWARTA JATENG — Kwartir Nasional (Kwarnas) Gerakan Pramuka memberikan apresiasi kepada kontingen Jawa Tengah karena dinilai aktif mendukung inovasi kepramukaan. Salah satu catatannya, kontingen Jateng menjadi pengguna terbanyak aplikasi Ayo Pramuka selama Jambore Nasional (Jamnas) Ke-12 Tahun 2026 di Cibubur, Jakarta.
Apresiasi tersebut disampaikan Wakil Ketua Kwarnas Gerakan Pramuka Bidang Bela Negara, Mental, dan Spiritual Widagdo Hendro Sukoco saat menjadi Pembina Upacara Hari Pramuka Ke-65 Kwartir Daerah (Kwarda) Gerakan Pramuka Jateng di Gelanggang Olahraga Satria, Purwokerto, Kabupaten Banyumas, Kamis.
Jamnas Ke-12 berlangsung pada 13-20 Agustus 2026. Selain aktivitas penggunaan aplikasi, Pusat Data dan Informasi (Pusdatin) Jateng juga mendapat penghargaan atas dukungannya terhadap kelancaran live streaming selama kegiatan tersebut.
"Kontingen Jateng merupakan user terbanyak dalam pemakaian Ayo Pramuka selama Jamnas," ucap Widagdo.
Jateng dinilai aktif dalam transformasi kepramukaan
Menurut Widagdo, keaktifan kontingen Jawa Tengah dalam penggunaan Ayo Pramuka menjadi salah satu bentuk dukungan terhadap inovasi di lingkungan Gerakan Pramuka. Kwarda Jateng juga disebut sebagai salah satu daerah yang paling aktif mengikuti program Ayo Pramuka.
Ia berharap aktivitas tersebut tidak berhenti pada Jamnas 2026. Keaktifan dalam pemanfaatan teknologi dan program kepramukaan diharapkan terus dikembangkan untuk mendukung kemajuan Gerakan Pramuka di Jawa Tengah.
Apresiasi lain diberikan kepada Pusdatin Jateng yang dinilai membantu kelancaran penyelenggaraan alir langsung atau live streaming selama Jamnas. Dukungan tersebut menjadi bagian dari penerapan teknologi dalam kegiatan kepramukaan.
Hari Pramuka jadi momentum memperkuat peran sosial
Dalam sambutan tertulis yang dibacakan Widagdo, Ketua Majelis Pembimbing Daerah Gerakan Pramuka Jateng yang juga Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi menyebut Hari Pramuka Ke-65 bukan sekadar kegiatan seremonial.
Menurutnya, momentum tersebut perlu digunakan untuk kembali melihat semangat dan tanggung jawab Gerakan Pramuka dalam membentuk generasi muda.
Ahmad Luthfi juga mengapresiasi pelaksanaan Estafet Tunas Kelapa (ETK) dari 14 titik keberangkatan hingga titik akhir di Kwartir Cabang Banyumas. Kegiatan tersebut diharapkan dimaknai sebagai upaya merawat lingkungan, mempererat persaudaraan, menjaga kerukunan, dan menghargai kemajemukan.
"Jangan sampai kita hanya pandai membangun tetapi tidak mampu merawat apa yang telah dibangun. Jangan sampai kita memiliki kecanggihan teknologi tetapi kehilangan kepedulian sosial," katanya.
Pesan tersebut menjadi penekanan bahwa perkembangan teknologi dalam organisasi perlu berjalan beriringan dengan kepedulian sosial dan pembentukan karakter anggota.
Pramuka didorong ikut jawab persoalan masyarakat
Ahmad Luthfi mendorong Gerakan Pramuka mengambil peran lebih besar sebagai mitra strategis pemerintah. Kontribusi yang diharapkan mencakup penanggulangan kemiskinan, penanganan stunting, hingga kesiapsiagaan menghadapi bencana.
Pramuka juga diminta ikut menjadi bagian dari solusi terhadap berbagai persoalan yang dihadapi generasi muda dan masyarakat. Beberapa di antaranya penyalahgunaan narkoba, kenakalan remaja, perundungan, judi daring, hoaks, provokasi, serta ancaman terhadap persatuan.
Dalam konteks digital, ia mendorong modernisasi tata kelola organisasi dan transformasi digital di lingkungan Gerakan Pramuka. Namun, penerapan teknologi tetap harus dibarengi penguatan karakter.
"Teknologi adalah alat, namun karakter harus tetap menjadi fondasi," katanya.
Anggota Pramuka juga didorong memiliki keterampilan dan keberanian untuk menciptakan peluang ekonomi. Peran tersebut diharapkan tidak berhenti pada pengembangan diri, tetapi juga memberikan manfaat bagi masyarakat.
Banyumas dinilai punya sistem Pramuka Garuda
Dalam kesempatan yang sama, Ahmad Luthfi memberikan apresiasi khusus terhadap sistem pencapaian Pramuka Garuda di Banyumas. Sistem tersebut dinilai telah berjalan dengan baik dan terukur sehingga dapat menjadi contoh bagi kwartir cabang lainnya.
Ia mengajak seluruh jajaran Gerakan Pramuka Jawa Tengah memperkuat kerja sama dengan pemerintah. Sinergi tersebut diharapkan menghasilkan kontribusi nyata bagi pembangunan Jawa Tengah yang semakin maju, sejahtera, dan berkelanjutan.
