MTQ Nasional 2026 di Semarang Didukung Media Center dan 4 Videotron
![]() |
| Pemprov Jawa Tengah menyiapkan dukungan teknologi digital untuk pelaksanaan MTQ Nasional XXXI di Semarang. (Dok. Ist) |
PEWARTA JATENG — Pemerintah Provinsi Jawa Tengah memastikan dukungan teknologi digital dan komunikasi publik untuk pelaksanaan Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) Nasional XXXI di Kota Semarang siap digunakan.
Dukungan tersebut mencakup penguatan koneksi dan sinyal, media center untuk kebutuhan media, serta empat titik videotron di sekitar Simpang Lima. Fasilitas itu disiapkan agar masyarakat tetap dapat mengikuti informasi dan rangkaian kegiatan MTQ Nasional 2026.
Kepala Dinas Komunikasi, Informatika, dan Digital (Diskomdigi) Jawa Tengah Lilik Henry Ristanto mengatakan pihaknya berkoordinasi dengan Diskomdigi Kota Semarang, Kementerian Agama, dan Lembaga Pengembangan Tilawatil Qur'an (LPTQ).
"Progres sampai dengan hari ini kami telah siap melakukan keduanya. Tentu saja kami akan terus update dinamika yang berkembang," kata Lilik di Semarang, Sabtu.
Media center dukung 12 arena
Pemprov Jateng menyiapkan media center di kawasan venue utama Simpang Lima. Fasilitas tersebut akan mendukung penyiaran dari 12 arena perlombaan MTQ Nasional yang pelaksanaannya melibatkan Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam.
"Selain videotron kami juga menyediakan media center. Media center ada di kawasan venue (arena) utama Simpang Lima. Nanti di sana akan ada 12 venue yang itu merupakan penyiaran dari 12 venue," ujarnya.
Selain media center, empat videotron dipasang di sejumlah titik sekitar Simpang Lima. Fasilitas tersebut ditujukan untuk mengakomodasi masyarakat yang ingin mengikuti rangkaian acara ketika kapasitas arena utama tidak mencukupi.
Keempat lokasi itu berada di jalur pedestrian Simpang Lima sisi barat yang menghadap selatan, sisi selatan menghadap Jalan Pahlawan, depan Kantor Gubernur Jateng, serta sudut halaman Sekretariat DPRD yang menghadap Jalan Pahlawan.
"Itu titik-titik yang kita siapkan untuk mengantisipasi jika masyarakat datang ke Simpang Lima jika nantinya, karena antusias yang mungkin ada yang tidak tertampung di situ," kata Lilik.
Masyarakat dipersilakan hadir
Pemprov Jawa Tengah juga membuka kesempatan bagi masyarakat untuk datang langsung ke arena utama. Setelah ruang yang digunakan untuk defile kafilah dan paskibraka tidak lagi dipakai, area tersebut dapat dimanfaatkan masyarakat untuk menyaksikan panggung utama.
Rangkaian pembukaan pada Sabtu malam mencakup seremoni, tari kolosal, pemecahan rekor menyanyikan Mars MTQ secara massal, hingga penampilan penyanyi religi Opick.
"Perhelatan musabaqah (MTQ Nasional) ini adalah acaranya masyarakat, sehingga masyarakat dipersilakan hadir pada saat pembukaan maupun selama jalannya acara,” ujarnya.
Lilik memperkirakan kapasitas area utama tetap cukup besar karena tidak seluruh kawasan menggunakan kursi atau meja. Ruang yang kosong setelah agenda defile dan tari kolosal diperkirakan dapat menampung hingga 1.000 orang.
"Jadi dipastikan kapasitasnya cukup besar. Kemungkinan bisa sampai 1.000 orang karena tidak ada kursi atau meja," katanya.
Selain perlombaan utama, MTQ Nasional 2026 juga diramaikan sejumlah kegiatan pendukung, antara lain bursa kerja, bazar UMKM, dan pawai ta’aruf.
