Scroll ke bawah untuk melanjutkan

MTQ Nasional 2026 Semarang Jadi Momentum Kenalkan Al-Qur’an kepada Anak Sejak Dini

MTQ Nasional 2026 di Semarang menarik ribuan warga, termasuk orang tua yang mengajak anak untuk mengenal Al-Qur’an sejak dini.

warga membawa anak menyaksikan pembukaan MTQ Nasional 2026 di Semarang
Warga bersama anak-anak menyaksikan pembukaan MTQ Nasional XXXI 2026 di Lapangan Pancasila Simpang Lima, Semarang. (Dok. Ist)

PEWARTA JATENG — Pembukaan MTQ Nasional XXXI Tahun 2026 di Lapangan Pancasila Simpang Lima, Semarang, Sabtu (12/9/2026) malam, tidak hanya dipenuhi para kafilah dari berbagai daerah, tetapi juga ribuan warga yang datang bersama keluarga.

Sejumlah orang tua sengaja mengajak anak-anak mereka menyaksikan langsung rangkaian acara. Bagi mereka, MTQ Nasional menjadi kesempatan untuk mengenalkan Al-Qur’an sekaligus memberi gambaran tentang ajang yang mempertemukan para peserta terbaik dari berbagai daerah.

Said Ainun Mujab, warga Pedurungan, Kota Semarang, datang bersama istri dan dua anaknya yang berusia delapan dan tiga tahun. Ia bahkan menggendong putri kecilnya saat menyaksikan pembacaan tilawah oleh Juara 1 MTQ Nasional XXX Tahun 2024.

Menurut Ainun, kehadirannya bersama keluarga menjadi bagian dari upaya memperkenalkan Al-Qur’an sejak anak-anak masih kecil. Ia berharap anaknya suatu saat dapat mengikuti jejak para peserta MTQ.

“Datang ke sini yang pasti karena ada momen MTQ atau kaitan dengan Qur’an. Ini mumpung masih kecil, kami ajak untuk menghadiri, siapa tahu nanti suatu saat bisa mengikuti jejak dari senior-seniornya,” ungkap Ainun.

Hal serupa dilakukan Ahmad Agus Mutahir, guru agama di salah satu sekolah negeri di Kendal. Ia membawa istri dan dua anaknya untuk menyaksikan MTQ Nasional secara langsung sebagai pengalaman yang diharapkan dapat memotivasi mereka lebih dekat dengan Al-Qur’an.

“Ini kan suatu inspirasi buat anak-anak saya. Ya, mungkin nanti bisa memberikan motivasi untuk anak-anak saya setelah melihat MTQ Nasional pada tahun ini,” ucap pria berusia 40 tahun tersebut.

Agus juga menyempatkan diri mengunjungi Pameran UMKM dan Kerajinan di Plaza Simpang Lima, Semarang. Ia mengapresiasi penyelenggaraan rangkaian kegiatan oleh Pemerintah Provinsi Jawa Tengah sebagai tuan rumah.

Warga ikut cetak rekor MURI

Antusiasme warga juga terlihat dalam agenda penyanyian Mars MTQ secara serentak. Aisyah Rahmah, siswa SMK Negeri 7 Semarang, mengaku senang dapat ikut dalam kegiatan tersebut hingga turut mencatatkan rekor Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI).

“Gak expect (nyangka) juga, bener-bener semangat ini. Apalagi ini kan memecahkan Rekor Muri ya,” tandas Aisyah yang berusia 17 tahun dan duduk di Kelas XI.

Penyanyian Mars MTQ melibatkan lebih dari 25.000 orang secara luring dan daring. Pesertanya berasal dari berbagai kelompok, mulai ASN, pelajar, santri, guru, hingga masyarakat umum.

Selain agenda tersebut, pembukaan MTQ Nasional 2026 juga diisi penampilan kesenian daerah dan pembacaan ayat-ayat Al-Qur’an. Acara dibuka Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan RI Pratikno, Menteri Agama RI Nasaruddin Umar, Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi, Ketua Umum LPTQ Nasional Abu Rokhmad, Wakil Gubernur sekaligus Ketua LPTQ Jateng Taj Yasin Maimoen, serta Wali Kota Semarang Agustina Wilujeng.

MTQ disebut sebagai pesta rakyat

Ahmad Luthfi menyatakan kebanggaannya atas kepercayaan yang diberikan kepada Jawa Tengah untuk menjadi tuan rumah. Ia menilai MTQ Nasional memiliki makna lebih luas daripada kompetisi membaca dan menghafalkan Al-Qur’an.

Menurut Luthfi, perhelatan tersebut menjadi ruang pertemuan masyarakat dari berbagai daerah serta latar belakang. Kehadiran sejumlah kepala daerah nonmuslim, termasuk Gubernur Maluku Utara Sherly Joanda dan Wakil Kota Semarang Agustina Wilujeng, disebut menjadi bagian dari gambaran tersebut.

“MTQ ini tidak hanya lomba membaca dan menghafalkan Alquran, tetapi di dalamnya mempunyai makna sebagai pesta rakyat yang menyatukan masyarakat lintas agama maupun di lintas latar belakang,” ungkap Luthfi.

Sementara itu, Abu Rokhmad menyebut MTQ Nasional XXXI diikuti 2.242 peserta dari 37 provinsi. Mereka berkompetisi dalam delapan cabang lomba, 24 golongan, dan 48 kategori musabaqah dengan dukungan 155 dewan hakim profesional.

Kompetisi berlangsung hingga 20 September 2026 di 12 venue yang tersebar di Kota Semarang. Materi lomba mencakup kategori usia anak-anak hingga dewasa, tilawah dan tafsir dalam tiga bahasa, serta hafalan mulai satu hingga 30 juz.

Pilihan Redaksi:
Tersalin 👍
PEWARTA Jateng
PEWARTA Jateng
Media online Pewarta.co.id regional Jawa Tengah (Pewarta Jateng). Menyajikan informasi berita Jateng terkini up to date.

WARTA JATENG TERBARU

  • MTQ Nasional 2026 Semarang Jadi Momentum Kenalkan Al-Qur’an kepada Anak Sejak Dini
  • MTQ Nasional 2026 Semarang Jadi Momentum Kenalkan Al-Qur’an kepada Anak Sejak Dini
  • MTQ Nasional 2026 Semarang Jadi Momentum Kenalkan Al-Qur’an kepada Anak Sejak Dini
  • MTQ Nasional 2026 Semarang Jadi Momentum Kenalkan Al-Qur’an kepada Anak Sejak Dini
  • MTQ Nasional 2026 Semarang Jadi Momentum Kenalkan Al-Qur’an kepada Anak Sejak Dini
  • MTQ Nasional 2026 Semarang Jadi Momentum Kenalkan Al-Qur’an kepada Anak Sejak Dini