Ahmad Luthfi Lantik 22 Pejabat Jateng, Tegaskan Tak Ada Titip Jabatan
![]() |
| Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi melantik 22 pejabat di lingkungan Pemprov Jateng pada 21 September 2026. (Dok. Ist) |
PEWARTA JATENG — Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi melantik dan mengambil sumpah 22 pejabat di lingkungan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah di Gedung Gradhika Bhakti Praja, Semarang, Senin (21/9/2026). Dalam agenda tersebut, Luthfi menegaskan pengisian jabatan dilakukan melalui mekanisme manajemen talenta dan tidak melalui praktik titip-menitip.
Dari 22 pejabat yang dilantik, enam di antaranya merupakan pejabat pimpinan tinggi pratama yang menempati sejumlah posisi strategis di lingkungan Pemprov Jateng. Komposisi lainnya terdiri atas empat pejabat administrator, dua pejabat pengawas, dan 10 pejabat fungsional.
Luthfi mengatakan pengisian posisi dilakukan dengan mempertimbangkan kebutuhan organisasi serta kompetensi aparatur. Prosesnya mencakup asesmen, verifikasi, dan uji kompetensi sebelum pejabat ditetapkan, dengan proses yang disebut dilakukan secara transparan.
“Tidak ada di wilayah Provinsi Jawa Tengah yang dalam pengisian jabatan itu melalui jasa titip-titip. Semuanya harus sesuai dengan manajemen talenta,” tegas Luthfi.
Enam kepala dinas dan badan dilantik
Enam pejabat pimpinan tinggi pratama yang dilantik adalah Uswatun Hasanah sebagai Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana serta Endro Hudiyono sebagai Inspektur Provinsi Jawa Tengah.
Selanjutnya, Ary Widiyantoro dipercaya sebagai Kepala Badan Kepegawaian Daerah, Andi Suryanto sebagai Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Daerah, Linda Widiastuti Ariningrum sebagai Kepala Dinas Koperasi dan Usaha Kecil Menengah, serta Joko Mulyono sebagai Kepala Biro Pengadaan Barang dan Jasa.
Pelantikan tersebut dilakukan untuk mengisi sejumlah jabatan yang sebelumnya kosong setelah pejabat terdahulu pensiun atau tidak lagi menduduki posisi tersebut. Untuk pengisian jabatan lain yang masih kosong, proses akan dilanjutkan melalui tahapan di tingkat Pemprov Jateng sebelum usulannya diajukan kepada pemerintah pusat.
Menurut keterangan yang disampaikan Luthfi, proses pelantikan juga telah memperoleh persetujuan dan rekomendasi Badan Kepegawaian Negara (BKN) melalui mekanisme manajemen talenta.
Luthfi minta pejabat pegang amanah
Dalam arahannya kepada para pejabat yang baru dilantik, Luthfi mengingatkan bahwa jabatan harus dipandang sebagai amanah. ASN juga diminta menjalankan tugas dengan berpegang pada norma, etika, hukum, profesionalisme, dan kinerja.
Selain itu, Luthfi meminta pejabat baru memperkuat kolaborasi antarorganisasi perangkat daerah. Menurut dia, kesinambungan pembangunan membutuhkan kerja bersama antarunit pemerintahan, bukan berjalan secara sektoral.
Pelantikan 22 pejabat tersebut menjadi bagian dari penataan organisasi Pemprov Jawa Tengah, sementara mekanisme manajemen talenta ditegaskan sebagai dasar pengisian jabatan yang baru.
